17 December 2011

Hak paten Google untuk teknologi mobil tanpa pengemudi


Amerika Serikat (AS) memberikan hak paten atas teknologi mobil tanpa pengemudi kepada Google. Hak intelektual tersebut berkaitan dengan metode untuk mengalihkan kendali kendaraan dari manusia ke mesin.

Metode itu akan menjelaskan bagaimana mobil bisa mengetahui kapan kendali dialihkan, lokasi mobil dan tujuan berkendara.

Seperti dilansir BBC, Jumat (16/12), Google mengatakan teknologi itu bisa digunakan untuk pariwisata atau sekedar mengirim mobil yang rusak ke bengkel.

Aplikasi bernama "Mengalihkan Kendaraan Moda-Ganda ke Moda Otonomi" sudah diterapkan bulan Mei, namun baru diumumkan ke publik minggu ini.

Dalam dokumen hak paten, dijelaskan bahwa teknologi itu menggunakan dua jenis sensor. Sensor pertama mengidentifikasi "jalur pendaratan" ketika kendaraan berhenti. Sensor kedua akan terpicu secara otomatis dan memberikan data pada mesin mengenai lokasi dan tujuan.

"Jalur pendaratan memberikan informasi pada pengemudi di mana tempat parkir yang pas untuk kendaraan tersebut. Jalur pendaratan juga bisa memberi mesin petunjuk bahwa kendaraan terparkir di wilayah yang memungkinkan untuk beralih ke moda otonomi," demikian dituturkan dalam dokumen hak paten.

Menurut Google, jalur pendaratan bisa beruparambu lalu lintas, tanda di dinding atau garis dan panah yang menunjukkan di mana kendaraan harus diparkir. 

Untuk mendeteksi lokasi parkir, mobil canggih itu bisa mengaktifkan penerima GPS (sistem penanda lokasi global) untuk menemukan lokasi kasar dan menggunakan sensor untuk mendeteksi pohon, semak atau unsur unsur penanda lain yang bisa menentukan lokasi pastinya.

Yang diluncurkan Google di bulan Desember


Mungkin bulan Desember adalah bulan tersibuk Google pasalnya pada bulan ini yang juga merupakan akhir tahun 2011 Google banyak meluncurkan dan umumkan produk-produknya, awalnya kemunculan dan pengumuman Google Nexus S  yang merupakan smartphone Android penerus Nexus One yang pastinya banyak dinanti pecinta perangkat mobile OS Android diseluruh dunia. Dan setelah itu perusahaan Mountain View ini juga meluncurkan versi teranyar dari platform mereka, yakni Android 2.3 Gingerbread SDK . Benar masih versi SDK artinya hanya baru dirilis untuk pengembang aplikasi. Oleh karenanya belum dirilis untuk publik jadi sabar aja bagi kalian yang ingin buru-buru menginstall sistem operasi keren ini.
Selain itu Google juga umumkan Chrome Web Store dapat berbelanja via browser Chrome dan sistem operasi Chrome untuk PC. Dapat dimaklumi kenapa Google meluncurkan produk-produknya karena Desember merupakan bulan belanja bagi warga Amerika dan Eropa karena masa itu adalah Natal dan tahun baru.
Google telah umumkan Google Nexus S bukan Nexus Two, yang merupakan hasil kerja sama mereka dengan perusahaan elektronik Korea, Samsung, sebagai manfuktur pembuat perangkat kerasnya. Nexus S merupakan penerus kesuksesan mereka setelah merilis, Nexus One, untuk bersaing dikerasnya pasar perangkat mobile dan mendominasi perang OS mobile di sana.
Dan Nexus S merupakan ponsel pertama yang menggunakan seri Android terbaru, yakni Gingerbread atau Android 2.3. Jadi mereka yang membeli smartphone ini, nantinya akan merasakan kehebatan yang ditawarkan oleh Gingerbread. Mau kah anda?
Dan Nexus S akan mulai beredar di Amerika pada tanggal 16 Desember dan untuk UK tanggal 20 Desember.

Spesifikasi Google Nexus S

Connectivity
* Quad-band GSM: 850, 900, 1800, 1900
* Tri-band HSPA: 900, 2100, 1700
* HSPA type: HSDPA (7.2Mbps) HSUPA (5.76Mbps)
* Wi-Fi 802.11 n/b/g
* Bluetooth 2.1+EDR
* Near Field Communication (NFC)
* Assisted GPS (A-GPS)
* microUSB 2.0
Display
* 4.0″ WVGA (480×800)
* Contour Display with curved glass screen
* Super AMOLED
* 235 ppi
* Capacitive touch sensor
* Anti-fingerprint display coating
Size and weight
* 63mm x 123.9mm x 10.88mm
* 129g
Hardware
* Haptic feedback vibration
* Three-axis gyroscope
* Accelerometer
* Digital compass
* Proximity sensor
* Light sensor
Processor and memory
* 1GHz Cortex A8 (Hummingbird) processor
* 16GB iNAND flash memory
Cameras and multimedia
* Back-facing: 5 megapixels (2560×1920)
* 720 x 480 video resolution
* H.264, H.263 MPEG4 video recording
* Auto focus
* Flash
* Front-facing: VGA (640×480)
* 3.5mm, 4-conductor headset jack
(stereo audio plus microphone)
* Earpiece and microphone
* Software noise-cancellation
Battery
* Talk time up to 6.7 hours on 3G
(14 hours on 2G)
* Standby time up to 17.8 days on 3G
(29.7 days on 2G)
* 1500 mAH Lithum Ion
Software
* Android 2.3 (Gingerbread)
* Android Market
* Calendar
* Gmail
* Google Earth
* Google Maps with Navigation
* Google Search
* Google Talk
* Google Voice
* Voice Actions
* YouTube

Google Chrome Operating System


Setelah mengeluarkan browser yang diberi nama Google Chrome, kini google akan kembali membuat gebrakan dengan merilis sebuah Operating System (OS) yang akan di beri nama Google Chrome OS. Berita ini secara resmi diumumkan di official google blog , selasa 7 Juli 2009.
Google Chrome OS bersifat open source dan baru bisa dinikmati di pertengahan akhir tahun 2010. Karena rencananya baru tahun ini kode sumbernya akan di buka ke public untuk bekerjasa dengan komunitas open source dalam pengembangannya.
Google menyatakan bahwa Google Chrome OS dirancang sebagai operating system yang cepat dan ringan. Sehingga dalam perancangannya akan mengutamakan tiga aspek pokok dalam sebuah operating system. Yaitu kecepatan, keamanan, dan kemudahan dalam penggunaannya.
Operating system Google Chrome dirancang bagi para maniak internet, yaitu orang-orang yang lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya. Oleh karena itu netbook menjadi target awal pengaplikasian operating system ini. Kenapa netbook yang dipilih? karena netbook juga dibuat khusus bagi para maniak internet. Sehingga sangat cocok dengan tujuan pembuatan Google Chrome OS.
Bagaimana performance dari Operating System Google Chrome? Kita tunggu saja tahun depan.

Minggu ini Google telah meluncurkan sistem operasi berbasis open source bernama Chrome OS. OS ini akan segera menyambangi pasar pada musim liburan 2010 mendatang.
Sayang, Chrome OS hanya akan berjalan pada piranti keras yang memang ada kerjasama dengan pihak Google. Tentunya piranti yang cocok adalah sebuah netbook.
Setelah Google melakukan uji coba terhadap os terbarunya untuk notebook, kabarnya google akan segera merilis chrome os untuk notebook tersebut pada bulan juni mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Senior Vice President untuk Chrome, Sundar Pichai di acara konferensi pengembang Google I/O di San Francisco.

Seperti dilansir oleh Mashable, Kamis (12/5/2011), chrome os tersebut akan digunakan oleh Samsung dan Acer pada notebook keluarannya. Notebook Samsung yang akan menggunakan google chrome os tersebut memiliki layar 12,1 inci, dengan ketahanan baterai 8 jam dan harganya mulai dari $429 sampai $499. Sedangkan notebook Acer akan memiliki layar 11,6 inci, dengan ketahanan baterai 6,5 jam dan harga berkisar $349.

Google chrome os tersebut akan tersedia di Amazon.com dan Best Buy untuk wilayah Amerika Serikat (AS), sementara untuk negara-negara lain juga akan tersedia di waktu yang bersamaan.

Berbeda dengan sistem operasi lainnya seperti Windows dan Mac OS X, Chrome os akan berbasis cloud dan hanya bekerja pada aplikasi yang berbasis web sehingga Google Chrome os tersebut memiliki kecepatan yang tinggi dan lebih hemat energi.
Pichai membeberkan 5 kelebihan memakai Chrome OS :
1. Booting yang Cepat
Pichai menyebutkan bahwa Chrome OS sama seperti sebuah televisi saat dinyalakan. Tidak memiliki jeda waktu booting yang lama, karena tak memiliki aplikasi lokal yang membatasi ruang gerak hardware.
2. Masalah Keamanan
OS ini diintegrasikan dengan Chrome browser. Dengan demikian maka selayaknya browser, OS ini akan langsung mengupdate sistem keamanannya secara default. Hal ini masih ditambah lagi dengan penyimpanan data secara fisik dalam storage yang kini dirancang minimalis. Pasalnya semua data dapat disimpan secara online.
3. Dukung Arsitektur X86 dan ARM
Google berjanji untuk mengaplikasikan baik arsitektur X86, ARM dan code-code populer bagi netbook lainnya.
4. Menu Aplikasi 
Sebuah aplikasi web yang baru kini dapat ditemui dalam menu aplikasi secara permanen pada Chrome OS ini. Hal ini akan membantu pengguna untuk mencari sebuah aplikasi baru langsung secara online. Selain memudahkan pengguna menu aplikasi ini juga menguntungkan pihak pengembang.
5. Bersahabat dengan Microsoft Office
Walau Microsoft dengan Windows-nya merupakan pesaing berat mereka, namun Chrome OS ini ternyata juga mendukung dijalankannya dokumen office. Saat peluncuran Chorme OS, Pichai juga mendemokan bahwa Chrome dapat membuka sebuah dokumen via Microsoft office live. Microsoft office live adalah sebuah aplikasi web gratis bagi pengguna Windows live.
Saat pengguna membuka sebuah dokumen berekstensi .xls, Chorme OS akan langsung membuka Excel via Microsoft Office Live secara online.